Trik Membuat Pelanggan Senang Berbelanja Di Toko Online Anda

10.08 0 Comments



Sering kali didengungkan bahwa Indonesia adalah negara yang terkenal karena keramahan warganya. Keramahan memang terbukti membuat hati siapapun menjadi senang. Termasuk dalam berbisnis online. Salah satu kunci sukses membuat toko online dipercaya dan akhirnya dikenal luas adalah keramahan. Aktivitas atau kegiatan dalam menjalankan toko online pun terasa lebih ringan jika penjual menikmatinya dengan perasaan senang.

Berikut ini beberapa trik dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Respon cepat
Calon pelanggan senang jika pelayanan yang diberikan oleh pemilik toko online cepat. Setiap pertanyaan yang dijawab cepat dan berisi jawaban yang memuaskan akan memenangkan hati calon pelanggan. Si calon pelanggan ini pun tidak akan ragu untuk menjadi pelanggan alias bersedia membeli produk yang dijual.

Respon yang cepat juga tak berarti harus bangun selama seharian penuh dan menjawab setiap pertanyaan pembeli. Pemilik toko online pun memiliki banyak aktivitas lain, seperti membungkus pesanan, mengantar pesanan ke jasa pengiriman, mengurus keluarga, dan sebagainya. Triknya, penjual bisa memeriksa alat komunikasi dengan pelanggan, seperti ponsel, email, maupun media sosial, setiap satu hingga tiga jam sekali.

Untuk menghindari pertanyaan dari pelanggan yang datang pada tengah malam, penjual bisa memberi tahu mereka dengan mencantumkan jam operasional toko online. Katakan pada pelanggan atau pengunjung toko online bahwa penjual juga manusia dan membutuhkan istirahat. Jadi, setiap pertanyaan yang diajukan maupun pemesanan akan ditanggapi pada jam sekian hingga jam sekian (misalnya, mulai pukul 8 pagi hingga 9 malam).

Selain itu, jaga kecepatan membalas pesan ketika berinteraksi dengan calon pembeli. Terlalu lama menjawab pesan ketika sedang berinteraksi masif berpotensi membuat si calon pembeli kabur. Rentang waktu yang paling tepat adalah maksimal dua hingga tiga jam setelah pesan yang berisi pertanyaan dari pelanggan masuk ke inbox ponsel.

Tiga kata sakti
‘Maaf’, ‘terima kasih’, ‘mohon / tolong’ dipercaya memiliki kekuatan positif dalam berinteraksi. Sehingga, ketiga kata itu disebut sebagai tiga kata sakti karena keramahan seseorang dapat tercermin dari sana. Hal ini cukup penting untuk dipraktikkan oleh penjual.

Tak sedikit penjual yang membalas pertanyaan calon pembeli tanpa kata-kata sakti sehingga mengesankan penjualnya ‘galak’ serta menimbulkan pertanyaan apakah ia niat berjualan atau tidak. Misalnya, penjual hanya menjawab “stok habis” ketika calon pembeli menanyakan informasi ketersediaan barang. Padahal, jika ditambahkan kata ‘maaf’ di depan jawaban tersebut, calon pembeli tentu merasa lebih nyaman dan tak berpikiran negatif.

Kata ‘maaf’ cukup ampuh untuk diucapkan ketika penjual lama merespon pertanyaan pembeli. Dalam kasus ini, setelah kalimat ‘mohon maaf, respon agak lama’, sebaiknya penjual langsung berikan pernyataan atau informasi yang diinginkan pembeli. Selain itu, kata ‘maaf’ juga sebaiknya digunakan ketika ekspektasi pembeli tak sesuai dengan keadaan. Misalnya, saat stok barang yang ingin dibeli sedang habis. Untuk menunjukkan keseriusan sebagai pemilik toko online, penjual bisa memberikan penawaran lain jika kasus stok habis yang terjadi. Supaya calon pembeli tak merasa digantungi. Contohnya, “maaf, stok untuk produk A sedang habis. Produk A baru siap dipesan dua hari lagi“. Di sini, penjual memberikan alternatif bahwa calon pembeli bisa mendapatkan barang tersebut dua hari lagi karena penjual baru me-restock barang tersebut dua hari kemudian.

Kata sakti yang berikutnya adalah ‘terima kasih’. Ucapkan kata ini sebagai apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh calon pembeli maupun orang yang sudah melakukan transaksi pembelian. Momen yang tepat untuk mengucapkan terima kasih adalah ketika calon pembeli pertama kali menghubungi penjual untuk memesan maupun bertanya. Contohnya, “Terima kasih sudah berkunjung ke toko online kami. Produk pilihanmu siap dipesan dengan harga sekian…”.

Selain itu, penjual juga sebaiknya mengucapkan kata sakti tersebut setiap menjawab pertanyaan dari pelanggan, setiap pelanggan melakukan pemesanan, hingga setelah transaksi pembelian (barang sudah sampai di tangan pembeli) selesai.

Kata sakti yang ketiga adalah ‘mohon / tolong’. Kata-kata ini berguna ketika pembeli harus melakukan sesuatu untuk kepentingan transaksi pembelian. Misalnya, memberikan detail informasi alamat. Penjual juga sebaiknya memasangkan kata sakti ketiga dengan yang kedua. Artinya, selalu berterima kasih ketika penjual memohon pembeli untuk melakukan sesuatu.

Emoticons
Di dunia maya, dua orang yang sedang berinteraksi tidak bisa bertatap muka secara langsung. Sehingga mereka tak bisa melihat ekspresi masing-masing ketika mengucapkan sesuatu. Sering kali, seseorang menginterpretasikan penggunaan tanda baca sampai emoticon sebagai representasi atau perwakilan ekspresi wajah. Hal ini juga perlu diperhatikan oleh penjual.

Penggunaan emoticon yang bermakna tersenyum seperti “:)” dapat membantu seseorang dianggap sebagai penjual yang ramah. Namun, penggunaan smiley ini jangan terlalu berlebihan supaya pelanggan tak merasa risih.

Selain penggunaan smiley, pemilihan tanda baca dan huruf yang digunakan saat menjawab pertanyaan dari pelanggan juga melambangkan keramahan sekaligus keseriusan pelanggan. Pernyataan-pernyataan yang tidak diakhiri tanda baca seperti titik mengesankan seseorang memiliki ketidakramahan. Selain itu, hindari penggunaan angka dan tanda baca sebagai pengganti huruf alfabet (bahasa alay) agar calon pembeli lebih mudah memahami apa yang hendak penjual katakan.

Jujur
Pembeli pun senang ketika mengetahui penjual yang ia pilih mengatakan hal yang sebenarnya alias jujur. Contohnya, pembeli mengetahui bahwa produk yang akan ia beli adalah produk imitasi berkualitas cukup baik alias ‘KW’ dari keterangan di deskripsi produk. Dari hal-hal seperti ini, pembeli sudah bisa memosisikan dirinya bahwa ia akan membeli produk imitasi, bukan produk asli.

Mengerti produk sendiri
Pembeli akan senang berbelanja di sebuah toko online ketika toko itu tidak hanya menjawab atau memenuhi kebutuhannya dengan menyediakan barang-barang yang ia cari. Tetapi juga, saat toko online tersebut memberikan added value kepada si pembeli. Salah satu strategi untuk memberikan hal itu adalah dengan memahami dan menguasai setiap detil informasi produk yang dijual.

Manfaatnya, penjual bisa memberikan jawaban yang memuaskan setiap pelanggan bertanya dengan cepat. Penjual tak perlu lagi membuka manual book atau mencari jawaban di mesin pencari Google. Selain memberikan jawaban, penjual juga bisa memberikan alternatif solusi untuk pembeli. Pembeli kemudian akan menganggap penjual sebagai orang yang memang memiliki kualifikasi di bidang produk yang dijual.

Sumber :

http://jarvis-store.com/artikel/trik-membuat-pelanggan-senang-berbelanja-di-toko-online-anda

syaffiera wiraputri

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: