Sistem Bisnis Elektronik

19.53 0 Comments




Saat ini dunia perdagangan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen melalui media internet. Transaksi media internet ini dikenal dengan Bisnis Elektronik atau E-Business.
E-Bisnis dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis.

Aturan E-Business pada Bisnis
1)      Komunikasi
Yang dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan  pembayaran  secara elektronik) dan perpindahan  barang dari penjual  ke  pembeli.  Media  komunikasi  yang  memadai  yang  bisa mempertemukan pelaku
e-Business menjadi syarat utama terselenggaranya.
2)      Komersial (Perdagangan)
Sisi komersial  yang  disyaratkan  pada e-Business adalah adanya sistem  untuk melakukan  transaksi  online  mulai  dari  promosi  barang,  pemesanan  barang, pembayaran  dan  pengiriman  barang.  Pembeli  barang  memesan  barang  tidak memerlukan  melihat  barang  secara  langsung  tetapi  melalui  gambar  atau  spesifikasi  yang  tercantum  dalam  website.  Sedangkan  untuk  pemesanan, sistem shopping online terhubung dengan sistem  inventory untuk  mengetahui stock  barang sehingga barang  yang  dibeli  memang  ada.  Untuk  pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas pembayaran  misalnya bank  atau  penyedia  kartu  kredit  agar  nilai  yang  dibayarkan  oleh  pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki nilai yang cukup.
3)      Proses Bisnis
Setiap  pelaku  e- Business  yang  ingin  melakukan  transaksi  elektronik  dan mendapatkan  manfaat semaksimal mungkin dari e-Business  harus  melakukan optimalisasi proses bisnis  internal dengan  memanfaatkan  teknologi  informasi
agar  aliran  informasi,  transaksi,  maupun  lama  pengiriman  barang  menjadi dipersingkat,  biaya  transaksi  menjadi  lebih  ekonomis  jika  dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara tradisional.
4)      Layanan
Bagi setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi  dan  internet  seharusnya  menjadikan  layanan  ke  customer  menjadi lebih  baik,  lebih  ekonomis,  dan  lebih  terjangkau.  Misalnya,  dimensi  barang yang  ditawarkan beserta spesifikasinya bisa  diperiksa  lebih seksama sebelum dibeli (diakses  melalui  website),  tidak diperlukan toko secara  fisik,  dan  bisa diakses dari  mana saja dengan  menggunakan  internet.  Bahkan dengan sistem informasi, customer bisat dilayani secara khusus dan personal karena data-data aktifitas  customer  direkam  dan  bisa  dilakukan  analisis  untuk  meningkatkan  pelayanan.
5)      Learning
Untuk  meningkatkan  ”awareness”  baik diantara  pengguna  maupun pelaku eBusiness,  proses  edukasi  sangat  penting  agar  semakin  banyak  anggota masyarakat  yang  menyadari  manfaat  dan  kelebihan  dari  transaksi  online. Perbedaan dengan transaksi  tradisional adalah pembeli dan penjual  tidak perlu belajar  sebelum  melakukan  transaksi  sedangkan  transaksi  online  karena pengguna  maupun  pelaku  tidak  berhadapan  dengan  manusia  tetapi  dengan mesin  komputer  maka  diperlukan  proses  edukasi  agar  mereka  bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan lancar.
6)      Kolaborasi
Satu siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain  yang  harus  berkolaborasi  untuk  menyelesaikan  transaksi  tersebut.  Pada saat  pembayaran  maka  akan  terjadi  kolaborasi  antara  penyedia  shoppingonline  dengan  bank  atau  penyedia  kartu  kredit  untuk  menyelesaikan  proses pembayaran.  Setelah  dibayar  maka  terjadi  kolaborasi  antara  penyedia shopping  online  dengan  gudang,  dan  jasa  pengiriman  barang  untuk mengantarkan barang  sampai ke pembeli. Pihak lain  yang juga terlibat adalah pihak  asuransi  untuk  melakukan  penjaminan  transaksi  maupun  atas  barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam e-Business.
7)      Komunitas
Dalam  dunia  maya  (world  wide  web)  komunitas  merupakan  salah  satu indikator  untuk  mengukur  aktifitas  pengguna.  Dalam  e-Business,  komunitas merupakan  media  yang  cukup  penting  untuk  belajar  dan  memperbaiki  diri secara  terus  menerus  baik  dari  sisi  pelaku  maupun  pengguna  dalam  hal produk, layanan, maupun mekanisme transaksi.


Perspektif  diatas  merupakan  dasar  dari  konsep  e-Business  yang  bisa dikembangkan  secara kontemporer dengan mempertimbangkan kondisi saat ini untuk pengembangan di masa depan.

Kebijakan  E-Business  yang  perlu  dibuatkan  aturan  main  dan  rambu-rambuvagar para  pelaku e-Business  (stakeholders)  bermain dalam  arena (playing  field) yang  fair dan  semua pihak  dilindungi  hak dan  kewajibannya  tanpa  mengurangi kemampuannya dalam  mengimplementasikan strategi e-Business masing- masing mencakup kebijakan antara lain :
1.      Internal : manajemen dan staf
2.      Pemasok dan manufaktur
3.      Pelanggan (customer)
4.      Perantara (intermediaries)
5.      Lembaga Keuangan
6.      Pemilik Web (Web service provider)
7.      Asosiasi
8.      Komunitas Web

Dimensi E-Bisnis :
1.   Dimensi  What.
Wilayah e-bisnis  mencakup  kolaborasi  antara  organisasi  dan mitranya,  interaksi  antara  organisasi  dan  pelanggannya,  pertukaran  informasi antara organisasi dengan para stakeholder, dan lain sebagainya. Luasnya  komunikasi  yang  dimungkinkan  dengan  teknologi  internet  berdampak pada luasnya wilayah e-bisnis.


2.   Dimensi Who.
Entitas-entitas yang berinteraksi dalam suatu sistem e-bisnis dapat diklasifikasikan menjadi: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, and goverment.
3.      Dimensi  Where.
Kegiatan e-bisnis dapat dilakukan di mana saja, sejauh  pihakpihak yang berkepentingan  memiliki  fasilitas  elektronik  sebagai  kanal  akses (access channel).
4.      Dimensi  Why.
Penerapan  e-bisnis  tidak  saja  menguntungkan  organisasi  karena banyaknya  komponen biaya tinggi yang dapat  dihemat,  tetapi  juga  memberikan kesempatan kepada organisasi untuk menaikkan tingkat pendapatannya.           

Pelaku E-Bisnis
1. Organisasi.
2. Konsumen.
3. Perusahaan.
4. Supplier.
5. Pekerja.
6. Rekan bisnis.

Alat/media/sumber daya yang digunakan.
1. Teknologi informasi dan komunikasi.
2. Komputer, data yang telah terkomputerisasi.
3. Internet.

Sasaran Kegiatan.
1. Kegiatan bisnis.
2. Proses bisnis utama.
3. Pembelian, penjualan, pelayanan dan transaksi.
4. Operasi bisnis utama.


Tujuan.
1. Koordinasi, komunikasi, dan pengelolaan organisasi.
2. Transpormasi proses bisnis.
3. Sharing informasi.

Jenis E-Business Karakteristik
Ø B2C (Business to Customer)
·         Antar organisasi dan perorangan.
·         Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil.
·         Transaksi satu waktu (tidak sering terjadi).
·         Secara relatif sederhana.
Ø B2B (Business to Business)
Ø B2G (Business to Government)
Ø B2E (Business to Education)
·         Antar – Organisasi.
·         Nilai uang yang dilibatkan lebih besar.
·         Hubungan yang kuat dan berkelanjutan.
·         Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan.
·         Lebih kompleks.




http://ratriptyas.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34403/SISTEM+BISNIS+ELEKTRONIK.pdf
http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26042/Sistem+Bisnis+Elektronik.pdf

syaffiera wiraputri

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: